Populer Post Update

Posted by : Agung Mega Rudianto March 19, 2013






MISTER TUKUL JALAN-JALAN KE SRIGATI NGAWI, WISATA SPIRITUAL YANG BELUM TERJAMAH

 
Regrads all member Unyu-Berbagi
Mister Tukul jalan jalan Kemaren tanggal 17-Maret-2013 mengunjungi Alas Ketonggo Srigati loh gan:entahlah: dijelaskan oleh Sholeh pati emang bener-bener ada mistisnya di sana, disana Team Mister Tukul jalan jalan disambut langsung oleh Pangeran Agung Srigati (arwahnya), menurut penerawangan Sholeh Pati, Srigati adalah Gerbang Menuju Alam Ghaib. Lukisan Sholeh pati di atas gan. :hmmmm:
:dancing2:Untuk info lengkapnya saksikan Minggu 24-Maret-2013 di trans7:dancing2:

TRANS7_TEAM
 

Belum tau Alas Ketonggo Srigati itu apa? mau tau? Gak perlu ketik REG [spasi] Srigati [kirim] ke bla..blaa..blaa:hp:

Langsung aja ceritanya, cekidot :cerutu:

Eyang Srigati adalah Priyagung, seorang begawan dari Benua Hindia yang datang ketanah jawa. Beliaulah yang menurunken Kerajaan-kerajaan di Indonesia mulai dari Pajajaran, Majapahit, Mataram dan seterusnya. Semua kisah Spiritual tertuang di Punden Srigati yang terdapat di desa Babatan kec. Paron. Kab. Ngawi. 

Jalan setapak menuju Pertapaan Dewi Tunjung Sari
Alas Ketonggo adalah hutan dengan luas 4.846 meter persegi, yang terletak 12 Km arah selatan kabupaten Ngawi. Jawa Timur.  Menurut masyarakat Jawa, Alas Ketonggo merupakan salah satu dari kedua alas-angker / “wingit” di tanah Jawa. Disana terdapat kerajaan makhluk-halus, begitu menurut masyarakat. Sedangkan satu hutan lainnya adalah, Alas-Purwa di Banyuwangi.  Alas Purwa disebut dengan “Bapak”, sedangkan Alas Ketonggo disebut dengan “Ibu”.
Menurut catatan, di Alas-Ketonggo terdapat lebih dari sepuluh (10) tempat pertapaan :
Mulai dari Palenggahan-Agung-Srigati, Pertapaan-Dewi-Tunjung-Sekar, Sendang-Derajad, Sendang-Mintowiji, Goa Sidodadi Bagus, Pundhen Watu Dakon, Pundhen Tugu Mas, Umbul Jambe, Punden Siti Hinggil, Kali Tempur Sedalem, Sendang Panguripan, Kori Gapit, dan Pesanggrahan Soekarno.


  • PALENGGAHAN AGUNG SRIGATI:dancing2:
Lokasi Palenggahan Agung Srigati ini di wilayah Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa-Timur. Konon, tempat ini dulunya adalah tempat peristirahatan Prabu Brawijaya V setelah lari dari kerajaan Majapahit karena kerajaan diserbu oleh tentara-tentara Demak dibawah pimpinan R.Patah dan Wali-Sanga ( Sembilan Wali penyebar agama Islam di tanah Jawa ).  Dikatakan, ditempat itulah Sang Prabu kemudian melepas semua tanda-tanda Kebesaran-Kerajaan, yaitu jubah Beliau, Mahkota , dan semua benda-benda Pusaka; konon, kesemuanya kemudian “raib”, “moksa”.  Dan lalu Sang Prabu melanjutkan perjalanan menuju Gunung Lawu.
Pak Marji-Sang Juru Kunci

Yang merupakan petilasan Sang Prabu Brawijaya V adalah berupa gundukan tanah yang tumbuh setiap hari dan mengeras bagaikan membentuk batu-karang.  Kini, gundhukan tanah tersebut, yang didasari plesteran-semen ditutup keramik, dikelilingi oleh sebuah bangunan berukuran 4X3 meter. Dinding rumah Palenggahan Agung Srigati ini biasanya ditutupi bendera Merah-Putih panjang, namun Sabtu kemarin, penutupnya hanya berupa kain putih saja.
Suasana Dalam Pesanggrahan Agung Srigati
Didalam rumah-rumahan Palenggahan Agung ini, terdapat berbagai benda-benda yang secara simbolik melambangkan tanda-tanda kebesaran kerajaan Majapahit. Baik berupa mahkota Raja, tombak-tombak pusaka, gong, dan lain-lainnya.  Di dalam ruangan ini sangat pekat aroma Dupa dan bunga-bunga, hal yang sangat wajar kita temukan di sebuah tempat “sakral”. Dupa dan taburan bunga-bunga ini berasal dari para pengunjung.
Gundukan Tanah Palenggahan Agung Srigati
Pak Marji ( Juru Kunci ) menyatakan, gundukan tanah tersebut pada saat-saat tertentu tidak tumbuh menyembul, katanya saat Indonesia mengalami suatu musibah atau peristiwa yang kurang-baik, maka gundukan tanah tidak akan tumbuh. Bila gundukan tanah tidak tumbuh, maka ini menjadi pertanda buruk bagi bangsa dan negara, begitu katanya.
Plang-Papan-Nama-Pertapaan Dewi Tunjung Sekar
Pada saat terjadi krisis moneter 1997, tanah tersebut tidak tumbuh, sehingga sama sekali tidak ada gundukan yang menyembul.
Pertapaan Dewi Tunjung Sekar ; Tidak terawat
Pada hari-hari tertentu, seperti Jumat Pon dan Jumat Legi, apalagi di bulan Sura, masyarakat Jawa berbondong-bondong datang ke Palenggahan ini. Pada saat-saat itu, warga banyak menguncarkan “doa” dan bertapa, memohon berkah kepada “yang Maha Kuasa”, dari yang meminta berkah rejeki, karier, hingga perjodohan.
Pertapaan Dewi Tunjung Sekar dilihat dari Sungai

Pak Marji menuturkan, banyak kisah mistis di Alas Ketonggo yang berhubungan dengan situasi politik-nasional.  Alkisah, menjelang Soeharto (Presiden RI kedua) lengser pada tanggal 21 Mei 1998, ada pohon jati yang mengering dan mati. Padahal sebelumnya, pohon itu tumbuh seperti biasa.
Papan Nama Sendang Derajad
Sendang Derajad
Dua puluh tiga (23) hari sebelum Ibu Tien Soeharto meninggal juga ada kejadian aneh, yaitu patahnya sebuah dahan pohon besar di Alas-Ketonggo. Padahal saat itu tidak ada hujan tidak ada angin.
Batu Bertuliskan "Tuk Mintowiji"
Tuk Mintowiji 2
Tuk Mintowiji
Tanggal 20 Juli 2001, tiga hari menjelang Megawati Soekarnoputri dilantik menjadi Presiden RI, muncul cahaya Biru dan Putih bagaikan lentera diatas Kali Tempur Sedalem.

Guwa Sidodadi Bagus
Lorong Goa Sidodadi Bagus dari sisi Kanan
Tugu tempat pemujaan di dalam Goa
Lorong Goa sisi Kiri
Cerita-cerita mistis seperti inilah yang membuat banyak orang “ngalab-berkah” ke Alas Ketonggo. Tidak jarang, bahkan para pejabat-pejabat negara Republik Indonesia berkunjung ke tempat ini mencari “orang-sakti” , atau untuk “mohon-petunjuk” kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, begitu katanya.
Sayangnya, jalan menuju Alas Ketonggo ( khususnya menuju Palenggahan Agung Srigati ) ini sangat tidak terawat. Yang ada hanya jalan berbatu (tanpa aspal) yang bergelombang, sempit.  Mungkin sebaiknya pemerintah memperhatikan perbaikan jalan tersebut, supaya orang-orang yang ingin “nglakoni” atau bertapa ke Alas Ketonggo bisa menempuh perjalanan dengan nikmat. 
NB : BILA ADA INFO YANG LAIN TAMBAHKAN KE FORM KOMENTAR  :gembira:





Sekian agan-agan Unyu-Berbagi MISTER TUKUL JALAN-JALAN KE SRIGATI NGAWI, WISATA SPIRITUAL YANG BELUM TERJAMAH







{ 11 comments... read them below or Comment }

  1. Minggu 24-Maret-2013 di trans7 gan @Denalta

    ReplyDelete
  2. kk sampai sekarang bel0m tayang juga?

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  4. Posting yg bagus... sebagai salah satu media pelestarian sejarah budaya bangsa yg luhur. Saya pernah beberapa kali di alas ketonggo, leluhur saya ada di lereng lawu dan ngrambe.

    Wasalam

    Salam kenal

    Mistikus Cinta
    www.mistikus-sufi.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. video nya kok gk ad?yg ad mnta d0nk.

    ReplyDelete
  6. seru acaranya walaupun agak merrinding untung tukul bikin ngakak salam kenal aja sobat

    ReplyDelete

Rules komentar
-Gunakanlah kata yang efektif !
-Anda Sopan Kami Segan !
-Dilarang Spam,Flood, sara !
-Dilarang menggunakan Link aktif/Hidup !
-Mohon Maaf jika komentar anda tidak dibalas oleh admin !

BLOG DOFOLLOW

- Copyright © UNYU BERBAGI - Support by Kota Magetan - Powered by Blogger -