Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2015

Aku yang ku-inginkan

"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, cepat atau lambat"
Pepatah itu akan terjadi pada siapapun, termasuk aku. Iyatentu ada air mata, tentu saja ada sumilir duka, tapi aku percaya semua ini akan terlewati, dan kembali baik baik saja.
Aku juga manusia biasa punya rasa rindu yang menggebu..
Aku rindu menjadi diriku sendiri, Aku yang utuh, aku yang kukenali, aku yang kuinginkan..

Memang semua tak lagi sama, tapi percayalah ini yang terbaik, jangan ada benci apalagi caci.
Kita telah dewasa, bukankah dewasa berarti siap melepaskan juga merelakan? kita masih bisa bertemu, dalam nyata atau dalam doa. Kita masih bisa saling membahagiakan, dalam peluk dalam tawa, semanis dulu..

Ini bukan kepergian, kita hanya sama sama ingin meraih tujuan. Tolong, tolong jangan anggap ini perpisahan, hanya raga kita yang terpisah, tapi hati ini saling bertautan, tubuhku memang tak lagi didekat kalian, tapi izinkan aku menyelamatkan hati, agar perbedaan ini tidak jadi boomeran untuk saling menyakiti…

Bisakah Kau bayangkan Rasanya jadi Aku?

Kamu pernah menjadi bagian hari-hariku. Setiap malam, sebelum tidur, kuhabiskan beberapa menit untuk membaca pesan singkatmu. Tawa kecilmu, kecupan berbentuk tulisan, dan canda kita selalu membuatku tersenyum diam-diam. Perasaan ini sangat dalam, sehingga aku memilih untuk memendam.

Jatuh cinta terjadi karena proses yang cukup panjang, itulah proses yang seharusnya aku lewati secara alamiah dan manusiawi. Proses yang panjang itu ternyata tak terjadi, pertama kali melihatmu; aku tahu suatu saat nanti kita bisa berada di status yang lebih spesial. Aku terlalu penasaran ketika mengetahui kehadiranmu mulai mengisi kekosongan hatiku. Kebahagiaanku mulai hadir ketika kamu menyapaku lebih dulu dalam pesan singkat. Semua begitu bahagia.... dulu. Aku sudah berharap lebih. Kugantungkan harapanku padamu. Kuberikan sepenuhnya perhatianku untukmu. Sayangnya, semua hal itu seakan tak kaugubris. Kamu di sampingku, tapi getaran yang kuciptakan seakan tak benar-benar kaurasakan. Kamu berada di dekatku, …

Aku terlalu berharap

Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi sama. Kamu hadir membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Hitam dan putih menjadi lebih berwarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong di hatiku. Tak ada percakapan yang biasa, seakan-akan semua terasa begitu ajaib dan luar biasa. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu.
Aku menjadi takut kehilangan kamu. Siksaan datang bertubi-tubi ketika tubuhmu tidak berada di sampingku. Kamu seperti mengendalikan otak dan hatiku, ada sebab yang tak kumengerti sedikitpun. Aku sulit jauh darimu, aku membutuhkanmu seperti aku butuh udara. Napasku akan tercekat jika sosokmu hilang dari pandangan mata. Salahkah jika kamu selalu kunomorsatukan?
Tapi... entah mengapa sikapmu tidak seperti sikapku. Perhatianmu tak sedalam perhatianku. Tatapan matamu tak setajam tatapan mataku. Adakah kesalahan di antara aku dan kamu? Apakah kamu t…